Menghabiskan Akhir Pekan di Jak Japan Matsuri 2019

Monday, September 9, 2019


Senengnya aku berkesempatan hadir di acara Festival Jak-Japan Matsuri (JJM) 2019. Sebelumnya aku pernah datang bersama seseorang di hari pertama Jak-Japan Matsuri 2018, dan kali ini adalah tahun kedua ku datang dengan orang yang sama, dihari pertama juga untuk langsung menghadiri acara Jak-Japan Matsuri 2019. Festival Jak-Japan Matsuri kembali digelar pada tanggal 7-8 September 2019 diselenggarakan di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan. Acara ini mempunyai tema sama seperti tahun lalu yaitu “Indonesia & Japan Always Together” event tahunan ini memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal.


Jak-Japan Matsuri 2019 lebih meriah, dan bervariasi dibandingkan dengan tahun lalu menurutku, keindahan yang seolah-olah berada di Negara Jepang tidak pernah gagal dibuatnya. Tema merah putih sesuai dengan bendera Indonesia dan Jepang terlihat disetiap sudut. Tambahan pohon bunga sakura yang besar selalu tepat untuk mempercantik area kawasan di Jak-Japan Matsuri 2019. Event Jak-Japan Matsuri tahun ini dibagi menjadi tiga zona yaitu Stage Area, Exchange dan Experience.

Stage Area


Stage Area menampilkan pagelaran berbagai seni dari Indonesia dan juga Jepang. Seperti pertunjukkan teater, musik ala Jepang, dan tarian daerah Indonesia. Beberapa lagu yang dinyanyikan diciptakan oleh penyanyi Indonesia tapi dinyanyikan dalam Bahasa Jepang, seiring aku menikmati musiknya terdengar keren dan bangga banget pastinya. Stage Area juga di isi dengan performance artis Indonesia, yaitu JKT48 dan Eva Celia di hari pertama, kemudian Andmesh dihari kedua (closing).


Zona Exchange


Zona Exchange merupakan area untuk melihat atraksi kebudayaan Jepang, seperti atraksi samurai, pertunjukkan parade Mikoshi atau altar sembayang Jepang. Sangat meriah dan mengandung banyak makna loh kebudayaan dari Jepang ini. Ramai orang menunggu aksi dari parade ini,  pada saatnya dimulai terlihat sekali semangat para pengisi pertunjukkan parade, walaupun ada beberapa orang bertugas mengangkat beban berat menurutku. Pokonya luar biasa keren dan menakjubkan banget deh.


Zona Experience

Experience merupakan area untuk mencoba kebudayaan Jepang, seperti mengenakan yukata, menulis kaligrafi, dan permainan tradisional Jepang. Ini sih zona favorit aku, karena tujuanku dateng ke JJM itu mengincar permainannya yang unik dan pastinya seru-seru banget. Syarat mengikuti permainan di setiap stand berbeda-beda, tapi ada juga yang langsung antri terus bisa main. Nah ngomong-ngomong soal main nih, kayanya semua stand permainan udah aku cobain deh. Oh iya hadiah yang aku dapatkan dari bermain cuma satu sisanya ini adalah hadiah dari doi (dia orang istimewa) yang pergi bersamaku, tapi hadiahnya dikasih ke aku dong hehehe.


Mulai dari bermain Daruma Otoshi, permainan satu ini cocok untuk laki-laki karena dibuat dengan ukuran besar yaitu dari bantal dan dipukul menggunakan stick baseball. Aku mencoba dan aku gagal karena pas angkat pukulannya aja udah berat loh permisah. Terus ada juga permainan Kendama, permainan tradisional satu ini dikenal dengan cara main yang fokus dan pernuh konsentrasi, tapi lagi-lagi aku gagal main ini. Next aku bermain permainan menembak target dalam bahasa jepang disebut Shateki, semua stand yang mempunyai permainan Shateki aku coba dan yang berhasil hanya di satu stand saja huff. Tapi lumayan dapet hadiah kenang-kenangan berupa gantungan kunci hehehe.




Wisata Kuliner


Kuliner Jepang mampu meningkatkan minat orang Indonesia untuk mencoba makanan khas dari Jepang. Maka dari itu JJM bukan hanya bertugas untuk memperkenalkan budaya tradisional Jepang, tapi juga untuk mengenali kuliner khas Jepang. Salah satunya yang aku coba adalah takoyaki, takoyaki di Jepang berciri khas memiliki baby gurita untuk isiannya. Rasanya enak menurutku tidak terlalu amis, dan adonan takoyakinya sangat cocok untuk di isi baby gurita. Setelah itu aku mencoba makanan lainnya yaitu dimsum dan sosis bakar. Makanan yang disediakan di berbagai stand sangat banyak dan semuanya bervariasi, jadi jangan khawatir untuk bosan dengan jenis makanan yang itu-itu saja ya.


Harga Tiket Selalu Terjangkau di Setiap Tahun


Harga tiket masuk yang ditawarkan Jak-Japan Matsuri 2019 tentu masih murah meriah dan selalu terjangkau di setiap tahunnya. Untuk pelajar harga tiket masuk dikenakan Rp. 20.000, untuk mahasiswa sampai lansia  kalian perlu mengeluarkan uang senilai Rp. 30.000, dan anak dibawah usia lima tahun tidak dipungut biaya. Buat kalian yang belum pernah ikut meramaikan Jak-Japan Matsuri jangan khawatir ya karena kalian masih bisa datang di tahun selanjutunya, selain keseruan dan banyak hadaih yang kita dapatkan ada banyak makna yang terkandung didalam event satu ini. 

4 comments

  1. Aku juga ke sini kemarin, tiap tahun hehehe. Tapi tahun ini agak sepi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru yaaa.. aku dateng di hari pertama rame loh kak dari sore sampe malem, ada banyak bgt acaranya. Sepinya mungkin karena bintang tamu ga kaya taun lalu kali ya🤔

      Delete
  2. wah... pengen aku tuh; sesuatu yang berbau jepang begini selalu bikin excited.tapi jauh banget di jakarta sementara saya di madiun. mbak fika pasti seneng banget ya apalagi perginya sama doi, jadi makin asyik....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya nih udah asyik jadi lebih asyik lagi dong yakan wkwk, next kalo ada kesempatan mampir ke jkt pas lagi event ini aja kak biar bisa sekalian dateng ke jjm hihi

      Delete