Pengalaman Seru Di Forest Cuisine Blogger Gathering, Talkshow WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan Cooking Demo By Chef William Gozali

Wednesday, March 4, 2020



Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi banyak pepohonan lebat dan tumbuhan lainnya. Hutan juga merupakan habitat hewan serta pelestarian tanah yang merupakan salah satu aspek biosfer bumi paling penting. Hutan tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu melainkan masih banyak potensi yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui tanaman pertanian pada lahan hutan. Salah satunya sebagai fungsi untuk penyedia sumber air, penghasil oksigen, habitat flora dan fauna, serta penyedia sumber pangan.

Anyway kalian udah baca artikel aku yang sebelumnya? Mengenai hutan sumber pangan yang kurang lebihnya sudah ku jelaskan di artikel tersebut dengan tujuan untuk Selamatkan Hutan Bersama WALHI(Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Sebab Hutan Adalah Masa Depan. Yup hutan adalah masa depan kita semua, kita dapat menemukan hutan yang tersebar cukup luas di berbagai wilayah Indonesia. Bicara soal hutan kali ini aku mau sharing tentang pengalamanku datang ke sebuah event yang sangat berkesan bagi aku dan juga orang-orang yang hadir di event tersebut. Event satu ini benar-benar mengingatkan aku akan pentingnya kita sebagai mahluk hidup agar terus menjaga kelestarian serta merawat penuh hutan yang ada. Bukan itu saja, event ini juga sangat mengajak aku untuk mendatangi hutan dan ikut turun langsung membuktikan bahwa keberadaan hutan sangatlah penting untuk dijaga kelestariannya, karena bagaimanapun juga hutan adalah tanggung jawab kita semua. Aku pernah mengunjungi salah satu hutan yang ada di Indonesia tetapi pada saat itu hutan yang aku datangi ialah hutan untuk tempat berwisata. Jadi ya berasa kurang aja gitu suasana hutannya, karena di dalamnya hanya ada satu jenis pohon yaitu pohon pinus. Kalau kaya gini udah bisa dibilang pergi ke hutan belum ya? Hem kalau kalian sendiri udah pada ke hutan yang mana, apakah sama dengan aku?

Keseruan Di Forest Cuisine Blogger Gathering



Okay kita kembali ke event yang sangat membawa pengaruh positif bagi aku. Wah masa sih? kenapa gitu? Daripada penasaran yuk kita bahas. Event ini bertemakan Forest Cuisine Blogger Gathering yang minggu lalu diadakan tepatnya pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 di Almond Zucchini. Forest Cuisine Blogger Gathering merupakan suatu undangan dimana pada saat penulisan artikel tentang hutan sebelumnya diseleksi dan terpilih 30 finalis (termasuk aku) dari 234 finalis pada Forest Cuisine Blogger Competition yang diselanggarakan oleh Blogger Perempuan Network bersama WALHI. Bersyukur dulu yuk, alhamdulillah.. Aku seneng banget pas dapet undangan ini karena memang lumayan berharap juga hehe.


Forest Cuisine Blogger Gathering adalah salah satu pengalaman pertama ku di sebuah event. Mulai dari datang aku sudah exicited karena ga sabar sekaligus penasaran banget kaya apasih event-nya? Dalam bayangan aja kayanya seru banget. Acara ini diselenggarakan pukul 10.00 wib, sebelum memulai acara kami 30 finalis diwajibkan melakukan registrasi ulang di meja depan yang telah disediakan. Dan beberapa menit sebelum mulai acara juga diberikan izin untuk mengambil beberapa dokumentasi foto dan ada pula spot foto yang menurutku menarik. Next setelah selesai melakukan registrasi dan mendokumentasikan foto, kami di beri instruksi untuk kembali ke bangku masing-masing karena acara segera dimulai.

Talkshow Bersama Para Narasumber Hebat, Mbak Khalisa, Ibu Tresna, Kak Windy, dan Ibu Tati

Pembukaan dimulai dengan MC yang sangat enjoy dan asik banget bawain acaranya yang bernama Mbak Oca, jadi ga bikin boring para audience. Dilanjut dengan perkenalan para pembicara dan juga beberapa anggota resmi Walhi. Sebelum acara dimulai ada games juga loh berupa sebuah pertanyaan mengenai hutan dan 3 orang yang bisa menjawab berkesempatan mendapatkan hadiah goodie bag. Sayangnya 3 orang itu tidak termasuk aku huhu padahal aku ikut tunjuk tangan tapi ya gitu deh kalah cepet hihi. Pembicara di acara Forest Cuisine Blogger Gathering sangat baik dan berkompeten menurut ku. Kita kenalan yuk mulai dari perwakilan Eksekutif Nasional Walhi yang merupakan salah satu narasumber diacara tersebut yang mengkisahkan tentang peran perempuan di hutan juga memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi aku, bernama Ibu Khalisa Khalid atau lebih akrab disapa Mbak Alin. Kemudian ada Ibu Tresna Usman, salah satu sosok yang membuat hati aku terketuk untuk lebih peduli lagi terhadap hutan. Ibu Tresna ialah seorang WALHI Champion dari Sulawesi Tenggara. Beliau amat sangat peduli terhadap kelestarian hutan dimanapun berada. Bukan itu saja Ibu Tresna juga turut membantu langsung masyarakat yang hidup di sekitar hutan. Dan yang bikin aku kagum ialah beliau sudah tinggal di Depok dan menjadi seorang pengusaha tetapi semangat dan sikap kepeduliannya terhadap hutan tidak pernah patah. Lalu ada Mbak Windy, menurutku Mbak Windy ini adalah salah satu narasumber yang sangat mewakilkan seluruh orang kota untuk berbicara soal hutan. Ia adalah seorang food blogger sekaligus selebgram yang masih muda dan cantik dan ternyata punya sikap kepedulian yang tinggi juga terhadap hutan kita. Dan yang terakhir ada Ibu Sri Hartati selaku WALHI Champion dari Sumatera Barat. Ibu Tati juga dijuluki sebagai bundo kandung atau perempuan yang aktif di pengelolaan  Walhi yang sekarang ini berjumlah 66 orang. Beliau berhasil mengolah daging buah pala menjadi sirup, minuman segar, serta selai yang sekarang sudah berkembang.

Ibu Tati, Ibu Khalisa, Ibu Tresna, Mbak Windy
Talkshow dari semua narasumber merupakan hal-hal yang positif dan sangat mengedukasi bahkan ada momen dimana pada saat Ibu Tati berbicara, beliau menceritakan tentang perannya sebagai perempuan di WALHI Champion bahwasannya ia tidak akan pernah membiarkan siapapun untuk merusak hutan yang telah dirawat. Tidak ada siapapun yang berhak untuk membakar hutan secara sengaja ataupun tidak disengaja demi kepentingan Negara. Karena bagaimanapun juga Hutan termasuk kepentingan Negara kita sebab hutan adalah paru-paru dunia, dan Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki kekayaan hutan yang sangat luas. Maka dari itu Ibu Tati dengan bangganya menggunakan baju adat asal daerah nya yakni Minangkabau menyampaikan “Kami akan menjaga dan melindungi hutan  Insyaallah hutan ini aman dan tidak akan terjadi kerusakkan sampai kapanpun” dan Alhamdulillah hutan tersebut sudah memperoleh tahap pengukuran lahan untuk para pemegang izin. Ibu Tati berbicara sambil menitihkan air mata sehingga membuat para audience terdiam dan terenung akan kejadian hutan-hutan di Negara kita beberapa belakangan ini. Ini yang membuatku jadi ingin sekali mendatangi hutan dan ikut turun langsung melindungi serta menjaga kelestariannya. 

Keseruan Cooking Demo by Chef William Gozali


Setelah acara talkshow selesai, acara selanjutnya ialah demo masak yang di pandu oleh Chef William. Kami semua langsung menuju dapur masak, dan dapur masaknya itu bagus banget loh tertata rapih dan bersih. Di sebuah meja besar disediakan bahan baku masakan yang akan kita olah. Nah acara cooking demo ini dibagi menjadi 6 kelompok yang ditentukan sesuai nomor hitungan dan aku masuk ke kelompok 5. Kami disini memasak Fettuccine Mushroom Ragu, yang beberapa bahannya diganti menjadi bahan baku yang berasal dari hutan seperti contohnya kita biasa memasak fettuccine memakai daging cincang tapi disini kita menggunakan yang namanya jamur shitake, selain itu juga ada daun kucai, daun bawang, bawang putih, keju parmesan, cream, butter, air, minyak goreng, lada dan juga garam.


Cara memasaknya mudah menurutku tetapi karena ini berkelompok jadi sistemnya dibagi lagi ada yang bagian motong ada juga yang bagian masak. Aku dibagian potong memotong tapi sesekali gentian memasak. Jujur mudah bagi aku mengikuti instruksi yang diberikan oleh chef William, pada umumnya kita seperti memasak fettuccine biasanya. Mulai dari memotong tipis daun bawang dan kucai, lalu tumis keduanya dengan minyak goreng dengan api kecil, tunggu sampai kecoklatan lalu sisihkan. Setelah itu siapkan panic berisi air untuk merebus fettuccine dan kompor yang satunya digunakan untuk menumis jamur yang telah dicincang halus. Lalu tinggal masukkan bawang putih yang sudah dicincang halus, setelah itu cream, dan perlahan masukkan daun bawang dan kucai yang telah disisihkan sebelumnya. Terakhir kasih keju parmesan deh aduk sebentar dan jadi deh. Siapkan piring dan tuangkan pasta secara perlahan lalu plating semenarik dan skreatif mungkin dan taraaa Fettuccine Mushroom Ragu siap disajikan. Setelah cooking demo selesai, chef mendatangi ke setiap meja kelompok. Dan tibalah dikelompok 5 pas di coba chef bilang “emmm enak, cuma kurang seasoning” huff sudah kuduga, tapi lumayan lah menurutku rasanya not bad hahaha. Dan selesai chef mendatangi kelompok akhir kita diperbolehkan membawa pulang celemek yang kita gunakan habis itu foto deh bareng-bareng sama chef-nya.

Penutupan Acara Forest Cuisine Blogger Gathering


Selepas acara cooking demo by Chef William usai, kami di arahkan untuk makan siang. Makan siangnya berupa prasmanan yang isinya daging ayam, udang, sayur buncis, mie, kerupuk, dan buah-buahan serta minuman penyegar berupa es teh manis. Dan ada satu momen yang aku lewatkan yakni memposting foto pada saat acara karena ternyata pemenang foto dari Instagram maupun instastory dipilih hari itu juga yakni sebelum acara selesai, aku dan beberapa teman lainnya masih ada yang belum posting jadi ga berkesempatan deh buat menang. Tapi gaperlu menang atau kalah sih datang ke acara Forest Cuisine Blogger Gathering, karena diberi kesempatan menjadi 30 finalis aja aku udah seneng banget serta bangga sama diri sendiri bisa ikut menghadiri acara yang sangat bermanfaat dan juga berguna bagi aku.

Pesan dan kesan yang aku dapat di acara ini ialah, kita bisa kok ikut turut langsung melindungi serta menjaga kelestarian hutan tanpa harus datang ke hutan langsung. Caranya cukup kurangi mengkonsumsi barang plastik, kurangi memakai bahan-bahan dari hutan yang memang tidak perlu di gunakan, stop buang sampah sembarangan, dan selalu bertanggung jawab dengan adanya keberadaan hutan sekitar.

Salam Lestari, lestari..

2 comments

  1. Terharu banget dengan dedikasi para perempuan pejuang lingkungan, semoga mereka selalu diberikan kekuatan untuk fight

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. aku menyaksikan sendiri gimana mereka bener-bener membuktikan semuanya kak, yang alhamdulillah semakin kesini semakin ada kemajuan.

      Delete